Berita

Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal

489
×

Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal

Share this article
Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal
Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal

CREAMY.ID – Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029, dan salah satu nama yang menarik perhatian publik adalah Nasaruddin Umar. Sosok ini ditunjuk sebagai Menteri Agama RI menggantikan Yaqut Cholil Qoumas. Nasaruddin Umar sebelumnya dikenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, dan kini dipercaya untuk memimpin Kementerian Agama.

Penunjukan Prof. KH. Nasaruddin sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Merah Putih merupakan langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto. Dengan latar belakang akademis yang kuat, pengalaman di pemerintahan, dan kiprahnya sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin diharapkan mampu membawa pembaruan dalam kehidupan beragama di Indonesia. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai pemikir dan pendakwah yang mengedepankan nilai-nilai kesetaraan dan keharmonisan.

Melalui kepemimpinannya, masyarakat berharap Kementerian Agama dapat menjadi lembaga yang lebih responsif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus memperkuat toleransi dan kerukunan di Indonesia.

Profil Nasaruddin Umar Menteri Agama Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal

Pelantikan para menteri berlangsung pada Senin (21/10/2024) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Nasaruddin diharapkan membawa arah baru dalam tata kelola kehidupan beragama di Indonesia. Berikut profil lengkapnya.

Profil Pribadi

Nama Lengkap:
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

  • Tempat, Tanggal Lahir: Ujung-Bone, 23 Juni 1959
  • Agama: Islam
  • Orang Tua: H. Andi Muhammad Umar dan H. Andi Bunga Tungke
  • Istri: Helmi Halimatul Udhma
  • Anak:
    1. Andi Nizar Nasaruddin Umar
    2. Andi Rizal Nasaruddin Umar
    3. Cantik Najda Nasaruddin Umar

Riwayat Pendidikan

Nasaruddin Umar memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, baik di dalam maupun luar negeri. Ia menempuh pendidikan formal dan non-formal di pesantren serta perguruan tinggi ternama di Indonesia dan luar negeri.

  1. Madrasah Ibtida’iyah selama 6 tahun di Pesantren As’adiyah, Sengkang (1971)
  2. Sarjana Muda: Fakultas Syari’ah, IAIN Alauddin Ujung Pandang (1980)
  3. Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan): Fakultas Syari’ah, IAIN Alauddin Ujung Pandang (1984)
  4. Program Magister (S2): IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1990-1992)
  5. Program Doktor (S3):
    • Disertasi tentang “Perspektif Gender dalam Al-Qur’an” (1993-1998)
    • Menjadi alumni terbaik dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Selain itu, ia juga memperkaya wawasan dengan menjadi mahasiswa tamu di berbagai universitas internasional:

  • Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994)
  • Universitas Leiden, Belanda (1994-1995)
  • Universitas Sorbonne, Prancis (1995)
  • Sophia University, Tokyo (2001)
  • University of London (2001-2002)
  • Georgetown University, Washington DC (2003-2004)
  • Sorbonne Nouvelle-Paris III, Prancis

Riwayat Karier

Nasaruddin Umar telah meniti karier panjang di dunia akademis dan pemerintahan, khususnya dalam bidang agama. Berikut perjalanan kariernya:

  1. Guru Besar Tafsir: Fakultas Ushuluddin, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (dikukuhkan 12 Januari 2002)
  2. Rektor: Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an
  3. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam: Kementerian Agama RI (2006-2011)
  4. Wakil Menteri Agama RI: (2011-2014)
  5. Imam Besar Masjid Istiqlal: Jakarta, memimpin kegiatan keagamaan dan pembinaan jamaah di masjid terbesar di Asia Tenggara.

Di luar karier formal, Nasaruddin juga aktif dalam dialog lintas agama dan berperan penting dalam berbagai inisiatif untuk memperkuat toleransi antarumat beragama. Ia menjadi salah satu anggota Indonesia-UK Islamic Advisory Group yang dibentuk oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.

Pemikiran dan Karya

Salah satu karya Nasaruddin yang paling dikenal adalah buku “Argumen Kesetaraan Jender: Perspektif Al-Qur’an”, yang menjadi referensi dalam berbagai penelitian akademis tentang gender dan Islam. Dalam buku ini, Nasaruddin menekankan bahwa Al-Qur’an mengakui perbedaan antara laki-laki dan perempuan, tetapi perbedaan tersebut bukanlah bentuk diskriminasi. Baginya, perbedaan gender dimaksudkan untuk mendukung misi pokok Al-Qur’an, yaitu menciptakan hubungan harmonis berbasis kasih sayang dalam keluarga, yang akan berdampak positif pada masyarakat luas.

Sebagai pendakwah, Nasaruddin juga konsisten menyampaikan kajian keagamaan di berbagai masjid dan forum. Ia dikenal sering mengisi pengajian rutin di Masjid Agung Sunda Kelapa dan Masjid Agung At-Tin, serta di berbagai pusat kajian, kantor, dan media televisi. Selama lebih dari sepuluh tahun, ia menyampaikan ceramah tentang tasawuf, asmaul husna, dan tema-tema keislaman lain yang diminati masyarakat luas.

Tugas dan Harapan Sebagai Menteri Agama

Sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029, Nasaruddin Umar menghadapi sejumlah tantangan, termasuk:

  1. Meningkatkan kerukunan antarumat beragama: Indonesia sebagai negara dengan keragaman agama membutuhkan kebijakan yang inklusif dan moderat.
  2. Reformasi layanan haji dan umrah: Nasaruddin diharapkan memperbaiki pelayanan bagi jamaah haji dan umrah agar lebih efisien dan transparan.
  3. Penguatan pendidikan agama: Ia perlu memastikan pendidikan agama di sekolah dan pesantren terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman.
  4. Pemberantasan intoleransi dan radikalisme: Nasaruddin harus berperan aktif dalam mempromosikan Islam moderat dan menangkal paham ekstremis.

Dengan pengalaman panjang dan komitmen pada dialog lintas agama, Nasaruddin diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang mempromosikan toleransi dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *