CREAMY.ID – 7 Amalan Malam Lailatul Qadar 10 Terakhir Ramadhan Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. Di antara hari-hari dalam bulan Ramadan, 10 hari terakhir memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW dan para sahabat meningkatkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan, karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Dari Aisyah RA, beliau menyatakan bahwa Rasulullah SAW menilai istimewa sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan dibandingkan malam-malam sebelumnya.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya: “Bahwa Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan (ibadahnya) di sepuluh terakhir (bulan Ramadan) yang tidak dilakukan pada hari-hari sebelumnya.” (HR. Muslim)
Contents
7 Amalan Malam Lailatul Qadar 10 Terakhir Ramadhan
Berikut adalah tujuh amalan yang dapat dikerjakan di 10 hari terakhir Ramadan, terutama untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. I’tikaf
I’tikaf adalah amalan sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya i’tikaf, terutama di 10 hari terakhir Ramadan. Semasa hidup, Rasulullah SAW beri’tikaf di 10 hari terakhir Ramadan.
Dari Aisyah RA, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Artinya: “Rasulullah SAW biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan sampai beliau wafat, kemudian istri-istrinya pun beri’tikaf setelah beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
I’tikaf adalah waktu yang tepat untuk fokus beribadah, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama i’tikaf, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.
2. Memperbanyak Sholat dan Doa
Di 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadah malamnya. Beliau menghidupkan malam dengan sholat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Dalam hadits dari Aisyah RA, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadan), Rasulullah SAW menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Malam-malam terakhir Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak sholat sunnah, seperti sholat Tahajud, Witir, dan sholat-sholat lainnya. Selain itu, memperbanyak doa juga sangat dianjurkan, terutama doa memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
3. Mencari Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk mencari malam ini di 10 hari terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Malam-malam ganjil yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut.
4. Memperbanyak Doa
Pada 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadan, terutama ketika mencari Lailatul Qadar.
5. Memperbanyak Sedekah
Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama di 10 hari terakhir. Bersedekah dapat dilakukan dengan memberi makanan kepada orang yang berpuasa, membantu fakir miskin, dan menyumbangkan harta untuk kepentingan umat.
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Mengisi waktu dengan dzikir dan istighfar adalah salah satu amalan utama di 10 hari terakhir Ramadan. Berikut ini rangkaian bacaan dzikir pendek yang dapat dibaca sehari-hari:
- Bacaan Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Arab Latin: Astaghfirullahal ‘adzim
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” - Bacaan Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
Arab Latin: Subhanallah (Dibaca 33x)
Artinya: “Maha Suci Allah.” - Bacaan Tahmid
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Arab Latin: Alhamdulillah (Dibaca 33x)
Artinya: “Segala puji bagi Allah.” - Bacaan Takbir
اللهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Allahu akbar (Dibaca 33x)
Artinya: “Allah Maha Besar.” - Bacaan Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Arab Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah.”
7. Membaca dan Tadabbur Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan sangat dianjurkan, terutama di 10 hari terakhir. Selain membaca, memahami makna dan mengamalkan isi Al-Qur’an juga sangat penting.
Dalam hadits dari Ibnu Abbas RA:
كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: “Jibril menemui Nabi SAW setiap malam di bulan Ramadan dan bertadarus Al-Qur’an bersamanya.” (HR. Bukhari)
Jadwal Perkiraan Malam Lailatul Qadar
Waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umatnya agar mencarinya di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), awal Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Oleh karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan berlangsung dari tanggal 20 hingga 29 Maret 2025. Berikut adalah perkiraan malam-malam ganjil di mana Lailatul Qadar kemungkinan terjadi:
- Malam 21 Ramadan: Kamis, 20 Maret 2025
- Malam 23 Ramadan: Sabtu, 22 Maret 2025
- Malam 25 Ramadan: Senin, 24 Maret 2025
- Malam 27 Ramadan: Rabu, 26 Maret 2025
- Malam 29 Ramadan: Jumat, 28 Maret 2025
Kesimpulan
Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan melakukan amalan-amalan seperti i’tikaf, sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, dan berdzikir, kita berharap dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan ikhlas dan khusyuk, serta menerima semua amalan kita. Aamiin.