CREAMY.ID – Asal Usul Salat Tarawih dan Keutamaan Bagi Muslim Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Pada bulan tersebut, Allah SWT melimpahkan berkah serta ampunan kepada hamba-Nya yang beribadah dengan penuh keikhlasan. Selain itu, bulan Ramadan menjadi momen pelaksanaan ibadah puasa yang berlangsung dari fajar hingga magrib. Umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah agar mendapatkan pahala berlipat ganda, salah satunya Salat Tarawih.
Salah satu amalan sunah yang dianjurkan adalah Salat Tarawih. Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena hanya hadir di bulan suci Ramadan. Salat tarawih dilakukan setelah salat isya sepanjang bulan Ramadan dan bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya melaksanakan salat tarawih.
Meskipun tidak wajib, ibadah ini memiliki nilai yang besar dan membantu umat Islam untuk lebih dekat kepada Allah serta menjadi penyempurna ibadah Ramadan. Salat tarawih juga mempererat kebersamaan umat muslim, terutama jika dilaksanakan di masjid. Dalam pelaksanaannya, jumlah rakaat salat tarawih bersifat fleksibel, dengan beberapa tempat mengerjakan 8 rakaat dengan 3 rakaat witir atau 20 rakaat dengan tambahan witir.
Contents
Asal Usul Salat Tarawih
Salat Tarawih pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW di Masjid Nabawi pada Ramadan tahun kedua hijriah. Rasulullah SAW menyebutnya dengan nama Qiyam Ramadan, yang berarti penghidupan atas malam Ramadan melalui ibadah. Melalui hadits shahih Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan Qiyam Ramadan sebanyak 11 rakaat.
Pada saat itu, Rasulullah SAW melaksanakan salatnya terkadang di masjid dan terkadang di rumah, memberikan pemahaman bahwa tidak ada kewajiban untuk melaksanakan salat tarawih di masjid. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Rasulullah SAW hanya melaksanakan salat tarawih secara berjamaah di Masjid Nabawi selama dua atau tiga malam pertama Ramadan.
Kapan Istilah Tarawih Digunakan?
Awalnya, salat tarawih dikenal dengan nama Qiyam Ramadan. Mengutip dari Nu Online, istilah tarawih baru muncul belakangan ketika dikaitkan dengan salat berjamaah yang memiliki jeda istirahat (tarwihah). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa istilah “Tarawih” berasal dari kata “tarwihah,” yang berarti jeda istirahat setelah dua kali salam. Oleh karena itu, salat berjamaah di malam-malam Ramadan disebut sebagai tarawih karena adanya istirahat di antara setiap dua rakaat.
والتَّراويحُ جمعُ تَرْويحةَ وهي المرَّةُ الواحدةُ مِنَ الرَّاحةِ كتَسْليمةٍ مِنَ السّلامِ سُمِّيَت الصلاة في الجماعة في ليالي رمضان التّراويح لأنَّهم أوّل ما اجتمعوا عليها كانوا يستريحون بين كلِّ تسليمتين
Keutamaan Salat Tarawih
Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Berikut beberapa keutamaan dari melaksanakan salat tarawih di bulan Ramadan:
- Diampuni Dosa yang Terdahulu Salat tarawih dipercaya dapat menghapus dosa-dosa yang terdahulu. Hal ini sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa melakukan ibadah puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim).
- Pahala Berlipat Ganda Melaksanakan salat tarawih berjamaah dapat melipatgandakan pahala hingga 27 derajat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits:مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة “Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i).
- Melapangkan Rezeki Salat tarawih juga dipercaya dapat melapangkan rezeki. Menjalin silaturahmi melalui ibadah berjamaah di masjid dapat mempererat hubungan antar sesama muslim, yang pada gilirannya dapat membawa keberkahan dalam rezeki.“Seorang yang menyambung silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seseorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR Bukhari).
Variasi Jumlah Rakaat dalam Salat Tarawih
Banyak orang beranggapan bahwa jumlah rakaat salat tarawih telah ditentukan secara pasti dalam ajaran Islam. Ada yang menyebut 8 rakaat, ada pula yang mengatakan 20 rakaat, atau bahkan lebih. Padahal, dari zaman Nabi SAW hingga saat ini, pelaksanaan tarawih memiliki variasi jumlah rakaat yang berbeda-beda.
Rasulullah SAW sendiri mengerjakan salat tarawih dengan jumlah rakaat yang bervariasi. Oleh sebab itu, ulama pun memiliki berbagai pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih yang paling sesuai dengan sunnah Nabi. Namun, akhirnya, jumlah 20 rakaat menjadi masyhur dan disepakati oleh empat mazhab fiqih sebagai jumlah yang ideal untuk salat tarawih di malam Ramadan.
Kesimpulan
Salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Ibadah ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Rasulullah SAW dan tetap diamalkan oleh umat muslim hingga saat ini. Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, termasuk pengampunan dosa, peningkatan pahala, serta keberkahan dalam rezeki, salat tarawih menjadi amalan yang sangat istimewa dalam bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih dengan penuh kekhusyukan dan istiqamah sepanjang bulan Ramadan.