Berita

Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden

451
×

Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden

Share this article
Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden
Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden

CREAMY.ID – Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, mengungkapkan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden RI pada 20 Oktober mendatang. Menurut Gus Miftah, Jokowi berencana untuk mengambil waktu beristirahat selama beberapa minggu setelah masa jabatannya berakhir.

“Beliau menyampaikan, ‘Setelah tanggal 20 Oktober saya akan tidur seminggu dua minggu di Solo’,” ungkap Gus Miftah saat diwawancarai usai pertemuannya dengan Jokowi di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, Kamis (19/9/2024).

Gus Miftah Bocorkan Kegaiatan Jokowi Usai Berhenti Jadi Presiden

Setelah periode istirahat tersebut, lanjut Gus Miftah, Jokowi akan kembali aktif dengan kegiatan lain. Namun, fokusnya setelah berhenti menjabat sebagai presiden bukan lagi pada pemerintahan, melainkan menjumpai masyarakat secara langsung.

“Setelah itu, beliau mengatakan, ‘Saya ingin keliling menjumpai masyarakat saja’,” ucap Gus Miftah menirukan Jokowi. Terkait urusan pemerintahan, Jokowi menegaskan bahwa itu akan menjadi tanggung jawab penggantinya. “Soal pemerintahan urusan Pak Prabowo-Gibran,” tambah Gus Miftah, merujuk pada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjadi Wali Kota Solo.

Gus Miftah sempat bertanya kepada Jokowi tentang rencana spesifiknya setelah masa istirahat tersebut, namun belum ada detail lebih lanjut yang diberikan oleh Jokowi. “Kami tanya ‘Pak, kelilingnya ke mana?’, beliau hanya menjawab, ‘Lah kan baru rencana’. Tapi yang pasti, rencana awalnya dua minggu beliau akan istirahat di Solo,” jelas Gus Miftah.

Jokowi menghadiri acara ‘Multaqo Presiden dan Ulama Muda’ di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, pada Kamis tersebut. Acara ini berlangsung sekitar 30 menit dan tertutup untuk umum serta media. Setelah acara, Jokowi sempat turun dari mobil untuk menyapa masyarakat sebentar, sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jawa Tengah untuk agenda kunjungan kerja berikutnya.

Rencana Jokowi ini menunjukkan bahwa meskipun tidak lagi berada di tampuk kepemimpinan, ia tetap ingin terhubung dengan rakyat dan tetap memberikan perhatian kepada masyarakat.

Hadiri Pertemuan Kiai Muda se-Pulau Jawa di Yogyakarta

Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan puluhan kiai muda dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, 19 September 2024. Mengenakan kemeja putih khas dan peci hitam, Presiden Jokowi disambut hangat saat tiba di pesantren yang diasuh oleh Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal sebagai Gus Miftah.

Kedatangan Presiden Jokowi di Ponpes Ora Aji diiringi alunan rebana, dan beliau langsung bergabung dalam forum pertemuan kiai muda. Pertemuan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Ponpes Ora Aji. Dalam kunjungan singkatnya yang berlangsung sekitar satu jam, Presiden Jokowi juga membagikan sembako, kaus, dan sejumlah buku kepada ratusan warga yang berkumpul di halaman Ponpes.

“Tadi kita multaqo bersama kiai muda se-Jawa pilihan, 50 orang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah,” ujar Gus Miftah kepada media setelah Presiden Jokowi meninggalkan acara.

Gus Miftah mengungkapkan bahwa kedatangan Presiden Jokowi telah direncanakan sejak lama. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia telah bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, untuk mengatur kehadiran Presiden Jokowi dalam peringatan ulang tahun ke-12 Ponpes Ora Aji.

“Alhamdulillah beliau (Presiden Jokowi) kebetulan ada agenda, jadi gayung bersambut, dan beliau berkenan untuk hadir di Ora Aji saat harlah,” tutur Gus Miftah.

Forum pertemuan bersama kiai muda ini berlangsung tertutup. Meskipun demikian, Gus Miftah menuturkan bahwa banyak kebijakan Presiden Jokowi yang berdampak positif bagi kalangan pesantren.

“Saya sampaikan bahwa sekian banyak prestasi-prestasi yang Pak Jokowi sampaikan, terlepas dari tidak ada gading yang tak retak,” ujarnya.

Presiden Jokowi, menurut Gus Miftah, merespons ungkapan tersebut dengan rendah hati dan santun. Kepada para peserta pertemuan, Jokowi menyatakan dirinya hanyalah orang biasa dan mengakui bahwa banyak orang yang lebih pintar darinya.

“Beliau menjawab dengan sangat santun dan sederhana, ‘Saya itu bukan siapa-siapa, banyak yang lebih pintar dari saya’,” ucap Gus Miftah menirukan respons Jokowi.

Kehadiran Presiden Jokowi dalam acara ini menegaskan kedekatannya dengan kalangan pesantren dan ulama muda. Meskipun waktunya singkat, pertemuan ini mencerminkan perhatian Presiden terhadap pesantren serta peran penting para kiai muda dalam membangun bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *