Berita

Faisal Basri Meninggal Dunia, Sosok Pemberani yang Tak Lelah Membela Kepentingan Publik

742
×

Faisal Basri Meninggal Dunia, Sosok Pemberani yang Tak Lelah Membela Kepentingan Publik

Share this article
Faisal Basri Meninggal Dunia, Sosok Pemberani Yang Tak Lelah Membela Kepentingan Publik
Faisal Basri Meninggal Dunia, Sosok Pemberani Yang Tak Lelah Membela Kepentingan Publik

CREAMY.ID – Faisal Basri Meninggal Dunia, Sosok Pemberani yang Tak Lelah Membela Kepentingan Publik Kabar duka datang dari dunia ekonomi Indonesia. Faisal Basri, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), meninggal dunia di usia 65 tahun pada Kamis (5/9) dini hari. Faisal menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Kabar kepergian Faisal Basri dibenarkan oleh rekannya sesama ekonom di Indef, Eko Listyanto. Saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Eko mengatakan bahwa meski ia belum mengetahui penyebab pasti kematian Faisal, informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa Faisal telah sakit sejak Senin lalu.

Faisal Basri Meninggal Dunia Sosok Pemberani

Semasa hidupnya, Faisal Basri dikenal sebagai sosok yang kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam hal kebijakan ekonomi. Ia kerap menyuarakan pandangan kritisnya terhadap berbagai kebijakan, termasuk hilirisasi sumber daya alam yang diusung oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Faisal juga dikenal vokal dalam mengkritik penumpukan utang pemerintah, yang menurutnya dapat membebani perekonomian Indonesia di masa depan.

Meski begitu, kritik Faisal Basri selalu berlandaskan pada data dan analisis yang mendalam. Ia bukanlah seorang pengkritik tanpa dasar, melainkan seorang ekonom yang selalu berusaha memberikan solusi dan masukan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa.

Sepak Terjang Faisal Basri

Selain terkenal dengan kritik-kritiknya, Faisal Basri juga merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun negeri. Sepanjang kariernya, ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan akademis dan kajian ekonomi yang bertujuan untuk memperbaiki kebijakan publik. Faisal adalah dosen dan pengamat ekonomi yang dihormati, baik di kalangan akademisi maupun praktisi ekonomi.

Sebagai ekonom, Faisal Basri memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Ia juga menjadi inspirasi bagi banyak orang karena keberaniannya menyuarakan kebenaran, meskipun hal tersebut sering kali membuatnya harus berhadapan dengan kekuatan politik yang kuat.

Kepergian Faisal Basri tentu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi Indonesia. Sosoknya yang berani dan selalu memperjuangkan kepentingan rakyat akan terus dikenang sebagai salah satu pejuang ekonomi rakyat yang tak pernah gentar dalam menyuarakan kebenaran.

Faisal Basri, seorang ekonom senior yang dikenal kritis dan lantang dalam mengkritisi kebijakan publik, tidak hanya dikenal di dunia akademik, tetapi juga di berbagai sektor kebijakan nasional. Berikut adalah empat kontribusi besar Faisal Basri yang membuktikan dirinya sebagai seorang tokoh yang berani memperjuangkan kebenaran dan melawan penyelewengan.

1. Berantas Mafia Migas

Di era pemerintahan Presiden Jokowi, Faisal Basri diamanahi sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, yang dikenal dengan nama Tim Anti Mafia Migas. Tim ini dibentuk untuk mengungkap praktik-praktik kotor dalam impor bahan bakar minyak (BBM), terutama di anak perusahaan Pertamina, Petral. Dalam investigasinya, tim ini menemukan adanya mafia yang terlibat dalam proses penawaran impor minyak, yang dilakukan secara tidak transparan dan harus melalui pihak ketiga sebagai perantara.

Temuan ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting, seperti alih tanggung jawab pengadaan minyak dari Petral ke Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, penggantian manajemen Petral, serta audit forensik untuk membongkar dugaan tindak pidana terkait mafia migas. Rekomendasi Faisal ditindaklanjuti oleh Menteri ESDM Sudirman Said, yang pada akhirnya membekukan bisnis Petral pada Mei 2015. Audit forensik yang dilakukan menemukan jaringan mafia yang menguasai kontrak suplai minyak senilai sekitar Rp 250 triliun.

2. Tim Ahli Satgas TPPU

Pada April 2023, Faisal Basri ditunjuk sebagai tim ahli Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dibentuk oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Satgas ini bertugas menindaklanjuti dugaan transaksi janggal senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan.

Selama masa tugasnya, satgas berhasil mengungkap kasus besar terkait impor emas dengan transaksi mencurigakan senilai Rp 189 triliun, yang sebelumnya tak terproses. Kasus ini menyangkut dugaan tindak pidana kepabeanan dan perpajakan yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak. Peran Faisal dalam tim ini berkontribusi pada langkah-langkah strategis untuk mengatasi tindak pidana keuangan di Indonesia.

3. Terlibat dalam Pembentukan PPATK

Faisal Basri juga memainkan peran penting dalam pembentukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sebuah lembaga penting dalam pemberantasan korupsi dan tindak pidana pencucian uang di Indonesia. Keterlibatan Faisal dalam PPATK memperkuat langkah awal negara dalam membangun mekanisme pengawasan transaksi keuangan yang lebih transparan.

Selain itu, Faisal pernah menjadi pakar ekonomi di berbagai institusi penting, seperti P3I DPR RI, Ditjen Pertambangan Umum, serta Tim Asistensi Ekuin Presiden RI. Pengalaman dan keahliannya dalam bidang ekonomi telah banyak digunakan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi nasional.

4. Pejuang Anti Korupsi 2003

Keteguhan Faisal Basri dalam memberantas korupsi mendapat pengakuan pada tahun 2003, ketika ia dianugerahi penghargaan “Pejuang Anti Korupsi” oleh Masyarakat Profesional Madani (MPM). Sepak terjangnya yang kritis terhadap penyelewengan dan penyuapan menjadikan Faisal sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi di Indonesia.

Di dunia akademik, Faisal juga dikenal sebagai seorang pengajar yang inspiratif. Ia mendapat penghargaan sebagai Dosen Teladan III Universitas Indonesia pada 1996 dan FEUI Award 2005 atas dedikasinya di bidang sosial dan akademik.

Faisal Basri bukan hanya seorang ekonom yang kritis, tetapi juga seorang tokoh yang tak kenal takut dalam memperjuangkan keadilan dan transparansi. Melalui berbagai perannya di sektor pemerintahan dan akademik, Faisal telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa, terutama dalam memberantas korupsi dan mafia migas, serta meningkatkan pengawasan keuangan negara. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai seorang pejuang integritas di bidang ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *