Berita

16 Negara Ini Mengecam Rencana AS untuk Ambil Alih Gaza

583
×

16 Negara Ini Mengecam Rencana AS untuk Ambil Alih Gaza

Share this article
16 Negara Ini Mengecam Rencana AS Untuk Ambil Alih Gaza Si Trump
16 Negara Ini Mengecam Rencana AS Untuk Ambil Alih Gaza Si Trump

CREAMY.ID – 16 Negara Ini Mengecam Rencana AS untuk Ambil Alih Gaza Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza telah memicu gelombang kecaman dari berbagai pemimpin dunia. Rencana ini dianggap melanggar hukum internasional, berpotensi memicu kekacauan, dan bahkan dituding sebagai upaya pembersihan etnis terhadap warga Palestina. Trump mengungkapkan rencananya dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di mana ia menyatakan bahwa warga Palestina akan “senang” meninggalkan Gaza. Ia juga menyebutkan rencana untuk mengembangkan Gaza menjadi “Riviera of Middle East”. Namun, pernyataan ini justru menuai kritik tajam dari berbagai negara dan organisasi internasional.

Rencana AS untuk mengambil alih Gaza telah memicu kecaman global. Banyak negara menilai langkah ini sebagai pelanggaran terhadap hak-hak warga Palestina dan hukum internasional. Solusi dua negara tetap menjadi harapan utama untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut. Tanpa menghormati hak-hak rakyat Palestina, rencana apa pun hanya akan memperburuk konflik dan ketegangan di Timur Tengah.

16 Negara Ini Mengecam Rencana AS untuk Ambil Alih Gaza

Berikut adalah tanggapan dari 16 negara dan organisasi terkait rencana kontroversial tersebut:

16 Negara Ini Mengecam Rencana AS Untuk Ambil Alih Gaza
16 Negara Ini Mengecam Rencana AS Untuk Ambil Alih Gaza

1. Hamas

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, mengecam keras rencana Trump. Ia menyebut rencana tersebut sebagai upaya pengusiran warga Palestina dari tanah mereka. “Pernyataan Trump tentang keinginannya untuk menguasai Gaza adalah konyol dan tidak masuk akal. Ide-ide semacam ini hanya akan memicu kerusuhan di wilayah tersebut,” kata Abu Zuhri. Ia menegaskan bahwa warga Gaza tidak akan membiarkan rencana tersebut disahkan.

Izzat al-Risheq, pejabat senior Hamas lainnya, menambahkan bahwa rencana Trump hanya akan menambah masalah. “Gaza jelas bukan tanah milik bersama dan bukan properti yang dapat diperjualbelikan. Kecenderungan Amerika terhadap Israel dan pengabaian terhadap hak-hak rakyat Palestina terus berlanjut,” ujarnya.

2. PBB

Riyad Mansour, pemimpin delegasi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menegaskan bahwa warga Gaza harus diizinkan untuk kembali ke rumah mereka di wilayah yang kini menjadi Israel. “Bagi mereka yang ingin mengirim orang-orang Palestina ke ‘tempat yang baik’, izinkan mereka untuk kembali ke rumah asal mereka,” kata Mansour. Ia menekankan bahwa warga Palestina ingin membangun kembali Gaza sebagai tanah air mereka.

3. Mesir

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menegaskan pentingnya melanjutkan proyek pemulihan di Gaza tanpa memindahkan warga Palestina. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, Abdelatty menekankan bahwa Gaza harus tetap menjadi rumah bagi warga Palestina.

4. Arab Saudi

Arab Saudi menegaskan penolakannya terhadap segala upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak mungkin terjadi tanpa pembentukan negara Palestina. “Arab Saudi menolak segala pelanggaran terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, baik melalui kebijakan pemukiman Israel, aneksasi, atau upaya pengusiran,” tegasnya.

5. Yordania

Raja Abdullah II dari Yordania menekankan perlunya menghentikan perluasan permukiman Israel dan menolak segala upaya untuk merampas tanah serta menggusur warga Palestina. Pengadilan Kerajaan Yordania menyatakan bahwa langkah-langkah semacam itu hanya akan memperburuk situasi.

6. Iran

Iran juga mengecam rencana Trump. Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa negaranya tidak setuju dengan pengusiran warga Palestina dan telah mengomunikasikan penolakan ini melalui berbagai saluran diplomatik.

7. Kelompok Advokasi Muslim AS

Council on American-Islamic Relations (CAIR) menyatakan bahwa Gaza adalah milik rakyat Palestina, bukan AS. “Seruan Presiden Trump untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka sama sekali tidak mungkin. Jika hal ini terjadi, itu akan menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan yang memicu konflik lebih luas,” kata CAIR.

8. Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam rencana Israel untuk mengambil alih kendali penuh atas Tepi Barat dan upaya mengusir warga Palestina dari Gaza. “Mempraktikkan kebijakan hukuman kolektif adalah metode yang ditolak Rusia,” tegas Lavrov.

9. China

Kementerian Luar Negeri China menegaskan penolakannya terhadap pemindahan paksa warga Gaza. China berharap semua pihak dapat memanfaatkan gencatan senjata dan pemerintahan pascakonflik sebagai kesempatan untuk menyelesaikan masalah Palestina berdasarkan solusi dua negara.

10. Jerman

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyatakan bahwa pengusiran warga Palestina dari Gaza tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional. “Itu akan menyebabkan penderitaan dan kebencian baru. Tidak boleh ada solusi yang melampaui batas bagi warga Palestina,” katanya.

11. Prancis

Prancis menegaskan penentangannya terhadap pemindahan paksa warga Palestina di Gaza. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Christophe Lemoine, menyatakan bahwa langkah tersebut akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan menghambat solusi dua negara.

12. Spanyol

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan bahwa Gaza adalah tanah warga Palestina dan mereka harus tetap tinggal di sana. “Gaza adalah bagian dari negara Palestina di masa depan yang didukung Spanyol,” katanya.

13. Irlandia

Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Harris menekankan pentingnya solusi dua negara. “Setiap gagasan untuk memindahkan penduduk Gaza ke tempat lain akan bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

14. Inggris

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa warga Palestina harus diizinkan pulang dan membangun kembali Gaza. Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menambahkan bahwa Palestina memiliki masa depan di tanah air mereka.

15. Brasil

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebut rencana Trump sebagai hal yang tidak masuk akal. “Di mana Palestina akan tinggal? Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh manusia mana pun,” kata Lula.

16. Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara. “Kami mendukung gencatan senjata, pembebasan sandera, dan masuknya bantuan ke Gaza,” katanya. Namun, Albanese menolak mengomentari pidato Trump secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *