Berita

Program Dharma Pongrekun Bikin Kaget Netizen “Getuk Tular Adab” Atasi Masalah Ekonomi

404
×

Program Dharma Pongrekun Bikin Kaget Netizen “Getuk Tular Adab” Atasi Masalah Ekonomi

Share this article
Program Dharma Pongrekun Bikin Kaget Netizen Getuk Tular Adab Atasi Masalah Ekonomi
Program Dharma Pongrekun Bikin Kaget Netizen Getuk Tular Adab Atasi Masalah Ekonomi

CREAMY.ID – Program Dharma Pongrekun Bikin Kaget Netizen “Getuk Tular Adab” Atasi Masalah Ekonomi Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menyampaikan program unggulannya dalam debat kedua Pilkada Jakarta 2024 yang memicu reaksi antusias di kalangan netizen. Program bernama “Getuk Tular Adab” itu dijadikan solusi utama untuk mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat di Jakarta, dan Dharma mengklaim bahwa sistem ini akan menjadi pusaran ekonomi baru yang revolusioner bagi ibu kota.

Getuk Tular Adab adalah suatu sistem ekonomi adab yang akan menyelesaikan semua persoalan ekonomi yang ada di Jakarta,” tegas Dharma Pongrekun saat memaparkan visinya di acara debat publik yang berlangsung di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/10/2024).

Apa sebenarnya program Getuk Tular Adab, dan bagaimana Dharma meyakini program ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan ekonomi rakyat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Getuk Tular Adab?

Program Getuk Tular Adab digambarkan oleh Dharma sebagai sebuah sistem ekonomi berbasis adab dan kearifan lokal. Konsep ini menekankan bahwa setiap warga dapat mempertahankan dan memperluas ekonomi dari rumah, tanpa harus merasa terancam oleh tingginya biaya hidup atau ancaman penggusuran.

Menurut Dharma, ekonomi adab yang ia usung bukan sekadar jargon, tetapi mencakup prinsip keberlanjutan yang mampu mengamankan kesejahteraan rakyat, bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga diwariskan hingga cucu dan cicit. “Ekonomi ini akan masuk ke pundi-pundi masyarakat tanpa mereka harus bekerja di luar rumah,” ujarnya, memberikan gambaran bahwa sistem ini dapat berjalan secara otomatis dan efektif.

Dharma juga menjelaskan bahwa program ini akan dikawal oleh sebuah tim khusus, yaitu Tim Ekonomi Adab, untuk memastikan seluruh proses implementasi berjalan dengan baik dan berdampak langsung pada masyarakat.

Konsep Ekonomi Adab: Solusi Unik atau Sekadar Janji Politik?

Dalam debat publik yang mengangkat isu tentang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Dharma mengutarakan bahwa Getuk Tular Adab dapat menjadi jawaban atas berbagai masalah ekonomi di Jakarta, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan ancaman penggusuran. Ia berjanji bahwa program ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap biaya hidup yang tinggi di Jakarta.

“Rakyat Jakarta tidak perlu khawatir akan diusir dari ibu kota meskipun biaya hidup mahal. Kami akan memastikan bahwa dengan program ini, mereka bisa tetap tinggal dan makmur,” jelas Dharma.

Namun, banyak netizen yang mempertanyakan bagaimana konsep “ekonomi adab” dapat diimplementasikan secara realistis di tengah hiruk-pikuk ekonomi Jakarta yang kompleks. Beberapa warganet menilai ide ini terlalu utopis, sementara yang lain memuji inovasi Dharma sebagai terobosan yang berani dan kreatif.

Reaksi Netizen: Heboh di Jagat Maya

Setelah Dharma mengumumkan program unggulannya ini, tagar #GetukTularAdab sempat menjadi trending di Twitter. Banyak netizen merasa kagum dengan istilah yang digunakan Dharma, tetapi sebagian juga menyampaikan kebingungan tentang bagaimana program tersebut akan bekerja secara konkret.

Berikut beberapa tanggapan netizen di media sosial:

  • “Apaan tuh Getuk Tular Adab? Kreatif sih, tapi nggak ngerti gimana cara kerjanya.”
  • “Kalau beneran jalan sih keren banget. Bayangin aja, ekonomi berkembang tanpa harus keluar rumah!”
  • “Gimmick politik atau beneran solusi? Nggak sabar lihat implementasinya kalau Dharma menang.”

Selain itu, beberapa pihak berpendapat bahwa program ini terlihat unik namun membutuhkan strategi jelas dan konkret agar dapat diimplementasikan dengan baik di Jakarta. Dalam konteks ekonomi ibu kota yang penuh dinamika, program yang tampak idealis harus didukung dengan rencana aksi yang jelas dan dapat diukur.

Kompetisi dalam Pilkada Jakarta 2024

Dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, Dharma Pongrekun berpasangan dengan Kun Wardana dan maju melalui jalur independen. Pasangan ini bersaing dengan dua pasangan calon lainnya:

  1. Ridwan Kamil dan Suswono (nomor urut 1), didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, PAN, PPP, dan partai-partai lainnya.
  2. Pramono Anung dan Rano Karno (nomor urut 3), yang diusung oleh PDI-P dan Hanura.

Dalam debat kali ini, masing-masing pasangan calon menekankan isu-isu ekonomi dan kesejahteraan. Dharma dan Kun Wardana tampil dengan pendekatan berbeda, membawa program berbasis adab dan kemandirian ekonomi rumah tangga sebagai solusi alternatif bagi warga Jakarta.

Tantangan Implementasi Getuk Tular Adab

Meskipun program Getuk Tular Adab terdengar menarik, ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi jika Dharma Pongrekun terpilih sebagai gubernur:

  1. Penyesuaian Regulasi dan Kebijakan
    Untuk menjalankan ekonomi berbasis adab ini, Dharma dan timnya perlu menyelaraskan konsep tersebut dengan peraturan yang sudah ada. Kebijakan harus memastikan bahwa warga bisa memperoleh manfaat tanpa melanggar aturan atau menimbulkan konflik dengan sektor ekonomi formal.
  2. Sosialisasi dan Pendidikan
    Program ini memerlukan pemahaman mendalam dari masyarakat. Sosialisasi dan edukasi tentang konsep ekonomi adab harus dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam program tersebut.
  3. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
    Implementasi Getuk Tular Adab tidak bisa berjalan sendiri. Dharma harus menjalin kerja sama dengan sektor swasta, lembaga pendidikan, dan komunitas-komunitas lokal untuk mendukung keberhasilan program ini.

Kesimpulan

Program Getuk Tular Adab yang diusung oleh Dharma Pongrekun menawarkan pendekatan baru dalam mengatasi masalah ekonomi di Jakarta. Dengan mengusung konsep ekonomi adab yang berbasis kemandirian dan keberlanjutan, Dharma berjanji bahwa warga Jakarta akan mendapatkan manfaat ekonomi bahkan tanpa harus keluar rumah.

Namun, program ini tentu membutuhkan strategi implementasi yang jelas dan terukur, mengingat kompleksitas ekonomi di ibu kota. Reaksi netizen yang beragam menunjukkan bahwa program ini disambut dengan antusiasme sekaligus skeptisisme.

Apakah Getuk Tular Adab akan menjadi solusi nyata atau sekadar janji politik? Jawabannya akan terletak pada hasil Pilkada dan keberhasilan implementasinya jika Dharma Pongrekun terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Yang pasti, masyarakat berharap siapa pun yang terpilih dapat membawa perubahan positif bagi ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *